Showing posts with label indie band. Show all posts
Showing posts with label indie band. Show all posts

DOM 65

Monday, March 15, 2010






MySpace URL:


DOM 65: General Info
Member Since3/12/2008
Band MembersImam Senoaji - Vocals / Sesa Slaughter - Lead Guitar / Uut Mubaroxc - Rhythm Guitar / Adnan D Kusuma - Bass / Yanda Panda - Drums
InfluencesCockney Rejects, Cock Sparrer, Sham 69, Angelic Upstarts, Blitz.
Sounds Like70's to 90's HardRock
Record LabelRuckson Music Records
Type of LabelIndie

About DOM 65


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Semuanya berawal di pertengahan 1997 dari pertemuan Imam dan Aray di waktu SMA, kemudian sebuah gagasan untuk membangun tongkrongan diperempatan Condong Catur, yang kemudian oleh anak-anak disebut CC Barmy Army, kita biasa menghabiskan weekend didalam reruntuhan rumah kosong yang didepannya berdiri warung makan lesehan, tanpa melupakan jatah makan malam anak-anak tentunya. “Kita membutuhkan sebuah band untuk membawa tongkrongan ini”, itulah yang terbesit dibenak kami setelah beberapa bulan berada ditempat itu, maka akhir 1997 Aray dan Adnan bersepakat untuk membuat band, jadilah DOM 65, dengan personil orisinil : Aray : Vokal Adnan : Gitar Celeng : Bass Rabies : Drum Baru berjalan beberapa bulan DOM 65 langsung memecat Celeng, sebagai gantinya, dicabutlah “Imam” dari “The Babi” untuk mengisi posisi bass. Tidak lama kemudian Rabies pamit resign untuk kerja diluar kota, posisi drum pun segera diisi oleh “Cimot” yang pernah satu band dengan Aray di “No Racist Project”. Begitu personil lengkap, DOM 65 mulai menggarap lagu-lagu sendiri, materi dasarnya adalah Oi!, tapi karena waktu itu kita banyak terpengaruh oleh band-band Hardcore Punk semacam : GBH, The Exploited, Discarge, Chaos UK, Varukers, dan One Way System, maka jadilah musik Oi! Yang terlalu kasar. Debut mini album DOM 65, digarap split dengan band Oi!/Streetpunk “Laga Bara”, menggunakan titel “Oi!Laskar MataramOi!”, dirilis oleh “Realino Records” yang juga merupakan rilisan perdananya pada tahun 1999. Didalam mini album tersebut terdapat anthem-anthem klasik seperti “CC Barmy Army”, “Bullshit”, “Streetpunk”, “Alcohol Say Hello”, dll. Dan pada akhirnya split album inilah yang mengawali pergerakan band streetpunk di Jogjakarta. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Tahun 2000 merupakan tahun tersulit bagi DOM 65, dimana Aray menghilang, dan Cimot lenyap entah kemana, selama beberapa bulan DOM 65 terpaksa harus vakum, dan mulai aktif lagi setelah muncul ide untuk merger dengan band Oi!/Streetpunk “Subversiv” yang juga sedang mengalami krisis personil, maka masuklah “Oix” mengisi posisi vokal, dan “Aan” mengisi posisi bass yang ternyata hengkang dalam hitungan hari. Begitu Oik bergabung, Adnan yang satu-satunya mengerti cara menabuh drum terpaksa harus menghandel posisi tersebut, Imam pun pindah keposisi gitar, posisi bass memakai additional player. Keberadaan Oik membawa banyak perbaikan dalam musik DOM 65, komposisi lagu agak berbeda dari sebelumnya, cenderung ke Fast Oi! semacam: The Ejected, The Partisan, Peter & The Test Tube Babies, The Blood, dan Infa Riot. Formasi ini menghasilkan satu buah mini album yang dirilis oleh Realino Record dengan titel “Oi!Ruck ‘n’ Raw”. Didalamnya terdapat ruck ‘n’ raw sound seperti “Run Fast For Life”, “Out Of The Count”, “Revenge”, “Up Yours”, beserta remake dari “Bullshit” dan “Streetpunk”. Formasi ini juga sempat merekam beberapa single sebelum akhirnya Oix harus hengkang meninggalkan band. Krisis personil kembali terjadi, dengan sisa 2 orang personil, DOM 65 merekam single “Fortuna” dan “Never Rust” untuk diikutkan dalam kompilasi “Oi!The Penalty”. Perubahan komposisi lagu yang drastis mengundang banyak pertentangan keras waktu itu, tetapi band ini harus menemukan karakternya. Pencarian personilpun dilakukan, masuklah “Denda Omnivora” dari band Hardcore Punk “The Ripper Punster” untuk menabuh drum, disusul “Sesa Slaughter” jebolan band Power Violence “Traumatish” untuk mengisi posisi gitar. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Akhir tahun 2002, DOM 65 merekam mini album fenomenal “Secret Warehouse” yang berisikan 4 lagu andalan: “Stone War”, “No Need A Reason To Hide”, cover song paling nekat “Shine On You Crazy Diamond”, dan “Me And The Kids” sebagai mouth to mouth hits. Materi dan kompisisi mini album ini telah keluar dari standar baku tatanan musik Punk Rock di Indonesia. Dirubahnya ejaan D.O.M 65 menjadi DOM 65 juga dimulai dialbum ini, tidak ada alasan khusus selain karena latah orang-orang saja. Keluarnya Denda Omnivora pada akhir tahun 2004 sempat menghambat pengerjaan proyek full album yang rencana rilis dibulan Juli 2005, sebagai gantinya masuk “Erwin Gusur” dari band Streetpunk Solo “Barber Shop”, dengan bergabungnya Erwin Gusur, DOM 65 dengan cepat merampungkan full album “Greatest Pledge Articles” yang berisi tujuh lagu baru plus remake tiga lagu dari mini album Secret Warehouse dan dirilis oleh “Ruckson Music Records”. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Ada berbagai macam persepsi tentang musik DOM 65. Dari yang berambut spikey sambil memasang peniti dikaosnya mengatakan ini adalah Punk Rock, atau yang memakai sepatu boot kemudian dengan bangga meneriakkan ini adalah Oi!, atau Hard Rock bagi mereka para Headbanger Maniac, hingga yang dengan tolol menuduh ini adalah trend Garage Rock. Pada dasarnya DOM 65 memainkan Oi! dengan attitude Cockney Rejects, Cock Sparrer, Sham 69, Angelic Upstarts, dan Blitz. Tanpa melupakan 77 Punk Rock yang melekat erat ketubuh band ini karena satu alasan, a good music. Hard Rock 80an yang sangat familiar, juga tanpa disangkal rasa kagum terhadap kejeniusan Rush dan Marillion, hingga pengakuan terhadap kemegahan Pink Floyd dan Genesis. DOM 65 FORMASI 1997 (Aray : Vokal, Adnan : Gitar, Celeng : Bass, Rabies : Drum) 1998-1999 (Aray : Vokal, Adnan : Gitar,Imam : Bass, Cimot : Drum) 2000-2002 (Adnan : Drum, Imam : Gitar, Oix : Vokal) 2002 (Adnan : Drum, Imam : Gitar & Vokal) 2003-2004 (Imam Senoaji : Vokal & Gitar, Sesa Slaughter : Lead Gitar, Adnan D Kusuma : Bass, Denda Omnivora : Drum) 2004-hari ini (Imam Senoaji : Vokal & Gitar, Sesa Slaughter : Lead Gitar, Adnan D Kusuma : Bass, Erwin Gusur : Drum & Perkusi) DISKOGRAFI Mini album • Oi!Laskar Mataram Oi! – Laga Bara split (REALINO record) 1999 • Oi! Ruck ‘n’ Raw (REALINO record) 2001 • Secret Warehouse (REALINO record) 2004 Single • Drink, Drunk, Puke (CHIMENTOUS record) 2001 • Society Opressed (SILUMAN Records) 2001 • Fortuna/Never Rust (REALINO record) 2002 Album • Greatest Pledge Articles (RUCKSON MUSIC record) 2005




Anterock

Monday, July 6, 2009

anterock band yogyakarta

Profil Band.
Grup Anterock berdiri di akhir tahun 2008, pada awalnya grup ini didirikan sebagai respon terhadap keinginan para penggemar dan pecinta musik Rock di jogja pada khususnya. Para personel merupakan musisi yang sering berproses di Antero studio di jalan Janturan no.30, Jogja, karena kecintaan dan keinginan yang sama untuk membawakan musik rock lama yang terkesan sudah jarang di tampilkan pada pentas dan ajang musik di Jogja, maka disepakati untuk membentuk sebuah grup band yang khusus memainkan lagu-lagu dalam era Clasic Rock, Heay Metal dan Glam Rock.

Dengan mencoba memainkan lagu lagu milik grup rock yang pernah popular pada masa lalu, grup Anterock berharap memberi stimulan terhadap khasanah musik Jogja akan bentuk apresiasi lagu-lagu khususnya musik Rock agar dapat menambah variasi dan alternative musik bagi publik Jogja khususnya.

ANTEROCK :: ALBUM PITULUNGAN
Gagasan pembuatan 7 lagu dalam album Pitulungan muncul di studio Antero ketika Umar Syaiful seorang pematung dan spiritualis berkunjung ke Jogja dan menemui Heri Machan selaku pemilik dan pengelola studio. Ide awal adalah penggarapan lagu berjudul “Syahadah Palestina” karena kebetulan pada saat itu kegelisahan kami semua berakar pada persoalan di Palestina yang sedang terjadi gejolak berkepanjangan. Konsep dari lagu lagu yang terdapat dalam album Pitulungan memproyeksikan situasi sosial budaya saat ini yang real ada dipermukaan tapi hanya menjadi suatu pemakluman dan keprasahan dari seluruh pihak dikarenakan sistem yang berjalan sudah bergeser dari sumber aspirasi dan pusat getarannya. Diskusi yang intensif diantara penggagas lagu dengan pengolah musik menjadikan suatu perpaduan musik bermuatan balada dengan syair yang tergolong satire dibalut warna musik rock dalam nuansa yang nyaris progresif dan psikodelik.

Heri Machan mengajak team dari musisi Anterock yang terdiri dari beberapa personel dengan kapasitas dan latar belakang musik yang beragam antara lain :
Adi Pamungkas, termasuk musisi senior yang telah berpengalaman di banyak produksi musik di Jakarta, juga dalam hal ini bertindak sebagai engineer dan music director dalam penanganan proyek musik album Pitulungan.
Rijal, seorang gitaris metal yang aktif tergabung dalam kelompok musik progressive di Jogja dan sedang bersiap untuk meluncurkan album lagu-lagu nya. Eko, pemain bas yang sangat expresif, telah sering memperkuat kelompok musik di jogja dalam beberapa acara regular di café dan pertunjukan musik lainnya. Fokus, pemain gitar klasik alumnus Institut Seni Indonesia yang berstatus sebagai pengajar musik di beberapa SMA dan membantu mengelola kursus musik di studio Antero, dalam penggarapan album ini dipercayakan untuk membangun komposisi awal setiap lagu. Wicaksono (Soni), personel yang paling muda ini di posisikan untuk memainkan drum, agar dalam lagu yang digarap masih memunculkan irama trend dari spirit generasi muda masa kini.

Yang mengasyikkan dari proses ini adalah para musisi di Antero memakai metode minimalis to maximalis, dimana yang diutamakan adalah merespon kebutuhan lagu dengan menggunakan seluruh kapasitas yang ada tanpa harus mengada-adakan yang tidak ada. Karena kami yakin jika setiap musisi sudah mempunyai kesamaan paradigma terhadap suatu gagasan maka untuk memunculkan ekpresinya dalam bentuk musik lebih kepada aktualisasi dirinya ketimbang kecanggihan perlengkapan pendukungnya.


Diskografi Grup Band
1. Perform Clasic Rock Night, OtoSport Café, Januari 2009
2. Launching album Pitulungan, event ”Pekerti Melahirkan Budi Pusaran Hening Borobudur”, Kamis 16 April 2009, Eloprogo Art, Desa Bejen, Wanurejo, Borobudur, Jawa Tengah
3. SosROW :: Red District Project Sosrowijayan 25 April 09
4. Led Zeppelin & Purple Night, feat “Sule Voodo” 2009, Tropis Café Jogja, 12 Juni 2009

Studio : Antero Studio, Jl.Janturan No.30, Yogyakarta 55164
Manajemen : Antero Ideaworks
Contact Person : 0274.412152 - Studio - Heri Machan . 0818463330
Email : anterostudio@gmail.com / antero_heri@yahoo.com
Myspace : www.myspace.com/469157144
Facebook : Heri Machan

Wai Rejected

Monday, June 15, 2009



Terbentuknya Wai Rejected diakhir tahun 2006 berawal dari ide sekelompok mahasiswa Pontianak yang berkuliah di kota Malang yaitu Redo Sasnatra (Bass), Eka Budi P. (Gitar/BackVox), dan M. Andika Rachman (Drum), mereka kerap aktif manggung diacara kampus to kampus di Malang, nama Wai rejected sendiri tercantum seiring bergabungnya Achmad Chaidir (Vox). Wai Rejected sendiri diambil dari nama clothing salah seorang personel mereka, namun dalam perjalanan band nama ini memiliki semboyan ‘takkan ada penolakan terhadap musik yang penuh semangat dan mengandung kejujuran’.


Dan dari sinilah mereka mulai membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri dengan warna musik garage, formasi ini berjalan selama setahun lebih sampai pada awal 2008 bergabunglah Yudha Guritno (Gitar/Back Vox). Dengan formasi 5 personil ini mereka mulai mengembangkan warna musik yang masih sesuai dengan genre Wai Rejected itu sendiri.

Morning Blue



Berdirinya Morning Blue dari keinginan untuk mempunya band sendiri yang bercorak ‘brit pop’. Yang akhirnya musik ini jadi dasar mereka ngeband. Para Personnelnya adalah : Yudis (drummer),Ino (bassist), Bima (vocalist), Fuad (keyboardist), Richi (guitar) dan Dinda (rhythm guitar). Dan pada tanggal 13 November 1998 ditetapkan sebagai hari terbentuknya band ini.


Nama Morning Blue sendiri baru ditemukan setelah mereka latihan. Fuad yang menggagas nama band ini, karena mudah diingat. Dan kenapa mereka pakai nama dalam bahasa Inggris? Alasannya karena, mereka punya keinginan untuk go-international. Kemudian formasi mereka berkembang lagi dengan Haris (keyboardist) menggantikan Fuad, serta Dinda yang tidak lagi bergabung.


Pada tahun 2000 mereka bersama band-band indie lain seperti Pablo Honey membuat album kompilasi yang bertajuk “Road Show”. Bahkan salah satu lagu mereka yang ada di album ini berjudul “Aku” sempat menempati posisi pertama di Prambors Nu Buzz di tahun 2000.

Akhirnya mereka berhasil mengumpulkan materi untuk album debut mereka. Dan album “INTRO” berhasil mereka rilis. Album ini terinspirasi dari perjalanan karir Morning Blue selama ini.

Sister Morphin



Mengapa Sister Morphin? Inilah pertanyaan yang seringkali diajukan orang saat mendengar nama ini. Sulit untuk menjauhkan prasangka yang umumnya mengaitkan nama tersebut dengan obat-obatan. Sebenarnya Sister Morphin hanyalah sebuah nama yang diambil dari judul lagu The Rollingstones, “Sister Morphine”, yang mereka tulis bersama Marianne Faithful. Nama itu dipakai hanya karena alasan kenangan cinta pertama. Cinta pada jenis musik semacam itu yang kemudian membawa kepada yang lebih dari itu. Herry menemukan judul yang tercetak di sampul kaset tua tersebut saat ia berumur 16 tahun dan mempergunakannya untuk nama bandnya semasa SMA. Karena tak ingat lagi ejaan yang benar, ia kehilangan abjad terakhir.


Tahun 2006, Yulia bergabung sebagai vokalis melengkapi Herry (gitar), Adi (drum) dan Andi (bass). Mereka merekam “That’s Better For Me”, dan mengirimkannya ke dalam kompetisi L.A. Lights Indiefest 2007, dan mereka berhasil hingga top 40 se-Indonesia. Tahun 2008 mereka mencoba lagi dengan formasi baru, yaitu Yulia (vokal), Herry (gitar), Dian (Keyboard) dan Sinung (kontrabass), mengirimkan lagu “Heaven Tonight” dan berhasil hingga Top 10.


Sister Morphin, terdiri dari orang-orang dengan latar belakang musik yang berbeda yang disatukan oleh hasrat yang sama pada blues. Namun semua berjanji memberikan warna terbaik dari masing-masing mereka untuk menghasilkan musik yang sederhana sekaligus indah. Jazz lunak dan blues yang tajam dan dingin. Sister Morphin berusaha bermain musik secara natural dan mudah dengan penjiwaan yang serius pada setiap penampilannya.

Sister Morphin juga berasal dari latar belakang etnis yang berbeda-beda. Mereka bertemu di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Herry, Dian dan Sinung kuliah di jurusan Etnomusikologi Fakultas Pertunjukan sementara Yulia di Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa. Saat ini mereka semua berdomisili di Jogja.

Arcoirish

Arcoirish terbentuk sekitar tahun 2000, dengan formasi Lim (vocal), Edwin (gitar), Acut (bassist), Tius (keyboardist), dan Aldo (drummer). Di pertengahan tahun 2008, Aldo mengundurkan diri dari Arcoirish dan digantikan sementara oleh drummer additional, yaitu Yehu. Karena merasa cocok dengan permainan Yehu, akhirnya Arcoirish bersepakat untuk menyerahkan posisi drum kepadanya.


Arcoirish berasal dari bahasa Spanyol yang memiliki arti pelangi. Pelangi penuh dengan warna, lantaran setelah rintik itu terjun dan muncullah gerangan efek berwarna itu. Mejikuhibiniu mungkin adalah warna dasar yang sudah kita ketahui sejak lama, dengan satu titik berwarna putih Dari situlah ide itu muncul, karena sadar dengan musik yang Arcoirish mainkan sangat beranekaragam, sehingga Arcoirish merasa nama Arcoirish adalah nama yang tepat untuk mewakilkan musiknya.


Warna musik dari arcoirish adalah indie pop dengan sentuhan rock and roll dan pyschedelics. Arcoirish sendiri ter-influence dari The Beatles, Beach Boys, Rolling Stones, Fleet Foxes, Jimi Hendrix, Interpol, The Strokes, Oasis, Queen, Naif, The Clash, Joy Division.

Last Elise



LastElise bermula dari sebuah solo project yang didirikan pada 12 September 2006 oleh Surya -yang akrab dipanggil Uya- dengan format “synthesized accoustic”. Nama LastElise diambil dari tokoh fiktif yang muncul dari rasa penasaran terhadap karya Ludwig van Beethoven berjudul Fur Elise.


Awalnya Uya dibantu oleh Luthfan ‘Hell’ sebagai bassist. Uya tertarik untuk mengubah format band setelah melakukan “jam session” dengan Erwyn yang pada waktu itu masih menjadi drummer sebuah band Blues Jazz. Pertengahan tahun 2007 merupakan awal tebentuknya LastElise dalam format band. LastElise terinfluence oleh banyak ‘hal’ dan musisi karena ‘basic influence’ tiap personilnya sangat berbeda.


Konsep yang diusung LastElise adalah kejujuran dan kebebasan dalam berkarya tanpa tendensi apapun, dan menyebut aliran musiknya cukup dengan Alternative.

Tigapagi



Nama Tigapagi, diambil dari sebuah pandangan atau paradigma akan sebuah titik waktu, masa dimana semuanya akan segera diawali yang juga bersamaan dengan saat dimana semuanya sedang berakhir. Masa tergelap menunggu sebuah benih kecerahan.


Awalnya Tigapagi hanyalah sebuah penamaan dari sekumpulan karya-karya berupa track-track lagu yang telah di-bajak-kan dengan hasil cukup memuaskan di wilayah kampus daerah Bandung Timur sekitar tahun 2004 akhir lalu.


Karya-karyaTigapagi tersebut sebenarnya milik salah seorang mahasiswa bernama Sigit dan karya-karyanya tersebut direkam dengan menggunakan komputer sahabatnya, dan bukan komputernya sendiri. Setelah melalui proses berpikir yang cukup panjang Sigit pun mengajak dua orang kakak beradik sahabat terbaiknya Eko dan Prima. Di tahun 2006 terbentuklah sebuah formasi trio.


Kemudian dengan tujuan memperkaya dan memenuhi jiwa musik yang diciptakan, dua orang sahabat bergabung bersama Tigapagi. Mereka adalah Indra dan Alfa. Maka kini akhirnya Tigapagi telah menemukan raganya.

Kings of Convenience, Paul Simon & Arthur Art Garfunkel, Bob Dylan, bahkan nuansa Musik Soundscape dari nama-nama seperti Sigur Ros, Slow Dive, Cocteau Twins, Explosions In The Sky, atau bahkan Brian Eno adalah influence dari music Tigapagi, tak hanya itu musisi lokal seperti : Leo Kristi, Ebiet G Ade dan lantunan hangat Bimbo, harmoni-harmoni tradisional klasik Mang Uking Sukri. Dan perpaduan musiknya dimainkan secara serentak bersamaan oleh Tigapagi maka, mereka menyebutnya Musik Experimental Folk acoustic pop.

Vickyvette



Vickyvette terbentuk pada agustus, 2006. Saat itu para vickyboys masih bersekolah di bangku SMA kelas 2. Debut pertama Vickyvette saat itu adalah tampil pada acara kecil yaitu 17 agustus-an di SMA mereka. meskipun ini gigs yang bisa dibilang regional (intern) namun sambutan para penonton sangat baik dan welcome. Pada saat itulah mereka mulai membuat lagu sendiri dan mencoba mendengarkannya pada banyak orang dengan menyebarkannya secara sporadis melalui teman dan relasi.

Sambutan orang sangat variatif, itu membuat vickyvette lebih semangat untuk mengeksplor diri mereka dalam bermusik, melalui indierock/experiment mereka merasa cocok. Dan inilah formasi Vickyvette sebenarnya : M. Rayhan Sudrajat (guitar vokal), R. Prajadhipa Akbar (guitar), Ferdy Adriansyah (bass), M. Shadian Merwin (drum).

Nemesis



Berawal dari sebuah khayalan semasa kecil, bermimpi menjadi seorang rockstar. Nemesis berlima adalah teman-teman bermain sejak sekolah menengah. Masing-masing dari Nemesis memiliki kesenangan akan musik dan termotivasi dengan melihat band – band terdahulu yang telah sukses atas karya-karya mereka. Berangkat dari hal tersebut, nemesis membentuk sebuah band bernama TEARS CAME FALLING yang beraliran metal.


Saat itu Nemesis masih membawakan karya-karya band luar seperti Caliban, As I Lay Dying, It Dies Today, dll. Dengan line up : Rangga (vocal), Sahid (guitar), Sendi (guitar), Rega (bass), Ridwan ‘Dei’ (drum).


Dengan seiring waktu dan problematika perjalanan yang dilalui, band Nemesis mengalami reformasi dikarenakan kejenuhan dan rutinitas yang tak dapat ditinggalkan.
Setelah beberapa tahun berselang, salah satu personil Nemesis, Sahid (guitar) mengundurkan diri dikarenakan kesibukan akademik di kampus dan untuk sementara posisi ini diganti oleh rangga (vocal+guitar).


Pada tanggal 26 september 2007 TEARS CAME FALLING bermetamorfosis menjadi NEMESIS dan setelah berjalan beberapa waktu, formasi berempat ini terasa kurang maksimal, sehingga nemesis mengajak Jody di posisi guitar.

Dengan line-up tersebut Nemesis lebih eksploratif melalui influence-influence baru seperti Iron Maiden, Metallica, Slayer, In Flames, Soilwork, Arch Enemy, All That Remains, Trivium, Lamb of God, Unearth, dan masih banyak lagi cukup memberikan nuansa metal yang sangat kental.

The Banery



Saat melihat penampilan mereka, kesan influence dari The Beatles terasa pekat. Tapi The Banery bukan sekedar band imitator The Beatles. Mereka membuktikannya dengan membawakan lagu “What it Said” dan “Karena Dia” ciptaan mereka sendiri dengan karakter mereka sendiri juga dan berhasil menerobos ke puncak LA Lights Indiefest 2008.

Yudi (vocal, gitar), Rafly (bass), Egy (gitar), Adam (drum), dan Odo (vokal, keyboard) sukses membawa The Banery masuk ke album kompilasi LA Lights Indiefest vol 3. Tidak hanya itu, mereka terpilih sebagai salah satu dari 3 besar lulusan LALIF 2008 yang akan dibuatkan full album.

Tanggal 6 Maret 2009 kemarin, The Banery bahkan sudah ditunjuk untuk tampil secara khusus membawakan sebuah konsep live music yang segar dan menarik. The Banery manggung di La Piazza membawakan 5 lagu dengan aksi panggung yang unik. Unik bagaimana? Penampilan The Banery di panggung dibarengi juga dengan “Ultra Violet dan Pantomim act on Stage”

Mereka kini sedang memasuki fase produksi full album dengan 9 hitsnya. Penggarapan album ini ditangani oleh myOyeah music dan di produseri oleh Krisna J Sadrach. Album mereka diperkirakan akan release bulan April 2009 dan didukung sepenuhnya oleh Universal Music Indonesia.

C.U.T.S


Sejak tahap awal seleksi CD Demo LA Lights Indiefest 2008, band ini memang sudah menonjol dan menarik perhatian para juri. Adalah C.U.T.S., band electropunk asal Bandung yang dibentuk 17 November 2007. Awalnya C.U.T.S. digalangi oleh Itta (high vocal) dan Dani (lead guitar) yang sebelumnya ada di satu band yang sama yaitu agentprovokateur.

C.U.T.S. kemudian diperkuat oleh Ykha (raw-r vocal) yang tahun 2007 lalu sempat menggebrak Indiefest dengan band lamanya, The Bohays, yang berhasil masuk 10 besar regional Bandung. Lalu ada juga drummer punk yang sempat membela Harapan Jaya dan Boys are Toys yaitu Upit. Satu personil lagi yaitu Dida, yang di awal Indiefest 2008 ada di balik drum, kini diminta bertanggung jawab atas rhythm guitar.

Nama C.U.T.S. sendiri merupakan kependekan dari Caustics, Ultraist, Totally Slice. Mereka mengartikannya sebagai sebuah bentukan pola visual yang luar biasa yang dapat memotong dan menyelinap langsung dengan cepat ke dalam perhatian dan pikiran orang2 yang melihatnya seperti sebuah silet yang sangat tajam.

Konsep music yang diusung C.U.T.S. adalah electroclash yaitu jenis musik yang ditemukan pada akhir tahun 70-an, dan mempunyai hubungan yang dekat dengan jenis musik post-punk serta pengabungan dari media digital dan analog yang menghasilkan keselarasan nada yang enak didengar.

Single perdana C.U.T.S. yaitu “Beringas” merupakan bentuk kreativitas mereka bahwa yang didasari oleh semua orang bisa berkarya dalam bentuk apapun. Semua orang berhak meng mengkritik tapi jangan mematikan, itulah konsep pemberontakan C.U.T.S didalam lagu tersebut. Konsep single video clip “Beringas” adalah Bullying Die. Bullying adalah cerminan negatif yang sudah mengakar di kehidupan ini.

C.U.T.S dalam pengarapan image band single ditangani oleh manajemen myOyeah musik yang bekerjasama dengan Lill Fish Records dan didukung sepenuhnya oleh Universal Music Indonesia untuk distribusi dan promosi lagunya melalui L.A. LIGHTS INDIEFEST COMPILATION ALBUM VOL.3.



C.U.T.S: General Info
Member Since11/18/2007
Band MembersItt - vocalist; Ykha - vocalist; Daniboi - guitarist; Dida - guitarist; Upitos - drummer and programmer; contact person : EGI / 085222519060 / cuts.mail@gmail.com
InfluencesThe knife | Blondie | atari teenage riot | NOFX | Megadeth | Iron maiden | MSTRKRFT |serena maneesh| Lcd soundsystem |Crystal castle| Stereo total | Young&restless | Le tigre | Chicks on speed| deerhoof |
Sounds LikeROCK.
Record Label-------------
Type of LabelUnsigned

Gorgar

Photobucket



Gorgar is a metal band from Jakarta, Indonesia. We first met in the middle of 2007 and then we decide to make some songs together. At the first time, Gorgar consist of 5 persons that also play in the other band, Adhe(guitar) is a member of BACKALLEY, Eri(drum) is a member of MARTYRIA and SINCE89, Rico(guitar) is a member of MARTYRIA, Ai(throat) is an ex_vocalist of BIG SAD BEAR(R.I.P), Dhika(bass) is an ex-bass player from BIG SAD BEAR(R.I.P), sadly Rico decided to quit from the band because of some problem, so now we're just playing with 4 guys only. So you guys are better ready for Gorgar, we'll be pretty busy to keep your ears for listening to us.



Member Since10/23/2007
Band Members

Ai
Ai

Adhe
Adhe

Dhika
Dhika

Eri
Errie

CONTACT PERSON:
DHIKA: 0856 790 54 96
ADHE: 0811 811 356
Sounds LikeMETAL.
Record LabelUnsigned

Gorichiego



gorichiego is a poppunk/ lyrical/ emo band from jogjakarta, indonesia. there was reza who get excited to started a solo project, make a song, some lyric and record it as possible. we first meet in the middle of 2008 and than decide to make a band. gorichiego consist of 5 person that also a member in another band, zaza is a member of hopeless, tutto is a member of age of terror, nanda is a member of walktrough the fire, enyo is a member of el gringo mustacho, niki is owner of niki burki fitness center and adin is a member of goodnight goodnightwas completing the form too shake you guys! it make us into a band with many sounds to you for listening. enjoy it!!


Band MembersIqbal Reza - Guitar & Vocals.

Niki - Low Strings.

Nanda - Vocals.

Nyo - Synth.

Tuto - Guitar.

Adin - Drums.

Contact Info
EMAIL : heygorichiego@yahoo.com
friendster.com/gorichiego
Yahoo Mess: nikki4punk

BOOKING
ITINK (+6281802474636)
ShangriLa Garden C 15
Jogjakarta 55152

NIKKIBOY (+6285743179034)
Keparakan Lor MG 1/884

Good Morning Everyone



Hello! We are Good Morning Everyone. It was formed in beginning of 2008 from ATLAS city,its called SEMARANG. With different background form music and then make a something fresh in the town. Burn the atmosphere of the stage ang make some crowded with originally sounds that we have,and always said for anything else

GOOD MORNING EVERYONE


Member Since8/1/2008
Band MembersTONY - VOC/STRETCHING
DINTO - GUITAR/HEADBANG
YOULLE - GUITAR/SWING
DESTA - BASS/ROLLING
ROCKY - DRUM/KICKING
KIKI - SYNTH/CLAP
Sounds LikeGOOD MORNING EVERYONE
Record Labelsearching!
Type of LabelIndie

Rocking Milo



in the early 2008
3 orang dengan basic musik yang berbeda bertemu di sebuah gigs. Berawal dari kebosanan pada musik-musik berdistorsi yang berisik, mereka kemudian berpikir untuk menciptakan band dengan attitude yang berbeda. dengan baju warna-warni... celana skinny... rambut gondrong... dan kegemaran akan wanita... mereka menyebut dirinya ROCKING MILO Memainkan pop-punk dan musik-musik menyenangkan yang akan selalu dikenang di musim panas. Siapkan dirimu untuk memakai kacamata frame lebar yg berwarna-warni, jaket fullprint, boxer mini, sandal jepit dan... sempat menghilang dari peredaran, karena permasalahan internal dan pergantian personel. Rocking Milo saat ini sudah siap memanaskan panggung di sekitarmu! Thanks FOR YOUR SUPPORT! see you in the pit! for more info our manager 085643414401 (ria)


Member Since6/13/2008
Band Members
ROCKING MILO are:
Vocal : Surya
Guitar : Didit
Bass : Adit
Drum : Ardi
CONTACT PERSON
Ria : 085643414401
FS : vandalisme_rock@dudul.com
Photobucket
dialah menejer kita yang sangat hebat jadi klo butuh apa-apa segera hubungin dia aja!
InfluencesAll Time Low, We The Kings, Go Audio, New Found Glory
Sounds Likewe play what we love...everything!
Record Labelunsigned
Type of LabelUnsigned